BRONKIEKTASIS PDPI PDF

definisi, diagnosis dan penatalaksanaan mikosis. cara mengenali penyakit jamur pada kulit dan mengobatinya. guideline. Combine Pile Raft Foundation. a4al kehidupan bisa berkembang menjadi bronkiektasis ataupun perubahan Dokter Paru Indonesia +PDPI, PP’K diklasi*ikasikan ke dalam + old 01)1,(). tanpa adanya penyakit lain seperti bronkiektasis, obstruksi neoplasma atau . Berdasar kesepakatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)

Author: Dushura Mezizuru
Country: Benin
Language: English (Spanish)
Genre: Marketing
Published (Last): 3 September 2007
Pages: 290
PDF File Size: 3.26 Mb
ePub File Size: 15.48 Mb
ISBN: 353-1-60630-847-1
Downloads: 52749
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Kanos

Referat Mikosis Paru Mikosis Paru. Mikosis Superfisialis definisi, diagnosis dan penatalaksanaan mikosis. Makalah Kanker Paru Paru. Commissioning Guideline Commissioning Guideline. Turbine Guideline Different type of Turbines and how it works. Tuberculoma Paru Materi mengenai tuberculoma paru dan gambaran radiologinya. Infeksi jamur paru atau mikosis par dalam beberapa tahun terakhir semakin mendapat perhatia karena frekuensinya semakin meningkat.

Hal itu seirin dengan meningkatnya faktor risiko, di antarany penggunaan jangka panjang antibiotika berspektrum lua kortikosteroid, alat-alat kesehatan invasif ventilat mekanik, kateter vena sentral, dllobat-obat sitostatik penyakit kronik, keganasan, transplantasi organ, maupu gangguan sistem imun lain. Secara umum mikosis paru terjadi pada dua keadaa yaitu menyertai kelainan paru kronik yang sudah ada da keadaan imunokompromis.

Epidemi AIDS merupakan salah satu fakto penting yang berperan pada peningkatan kejadian mikos paru. Penggunaan antimikroba secara luas misalny antivirus, antijamur profilaksis dan fluorokuinolon untu bakteri gram negatif bagi pasien imunokompromis tela meningkatkan risiko kolonisasi oleh spesies jamur resiste serta meningkatnya kemungkinan infeksi jamur sistem termasuk aspergilosis invasif, antara lain pada pasie penerima transplantasi organ dan pasien leukemia mielo akut yang menerima kemoterapi.

Pneumonia Diklasifikasikan Sebagai Pneumonia Tipikal Dan Pneumonia Atipik Seperti Halnya M

Diagnosis mikosis paru masih dianggap sulit sehingg sering terlambat dalam penatalaksanaan selanjutny Perkembangan pengetahuan tentang mikosis meman belum sepesat penyakit yang ditimbulkan bakteri atau viru Hal itu disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya: Pemahaman lebih ba mengenai epidemiologi, patogenesis termasuk faktor risik mikosis paru diharapkan membantu klinisi dala menegakkan diagnosis serta menentukan strate penatalaksanaan yang lebih baik.

Anamnesis dan pemeriksaan fis yang cermat merupakan langkah penting dalam prosedu diagnosis mikosis paru.

Langkah tersebut harus diiku pemeriksaan penunjang yang tepat, meliputi: Meningkatny kewaspadaan klinisi brknkiektasis kemungkinan infeksi jamu paru dan pemilihan modalitas diagnosis yang tepat, aka membuat penatalaksanaan lebih baik.

Keluhan pasien bronkietkasis paru mirip dengan keluha penyakit paru pada umumnya, tidak ada keluhan yan patognomonik.

Perlu anamnesis lebih teliti pada pasie dengan keadaan sebagai berikut: Pemeriksaan penunjan untuk mendiagnosis mikosis paru antara lain pemeriksaa radiologi, pemeriksaan laboratorium klinik tertentu, sert pemeriksaan mikologi. Gambaran foto brojkiektasis pada sebagia besar mikosis paru tidak menunjukkan ciri khas, dap ditemukan infiltrat interstisial, konsolidasi, nodul multipe kavitas, efusi pleura.

Gambaran yang khas dapat terlih pada aspergiloma yaitu ditemukan fungus ball pad pemeriksaan foto toraks. Hasil yang lebih baik didapat da pemeriksaan CT-scan toraks. Hasil laboratorium rutin yan mungkin berkaitan dengan mikosis paru adalah peningkata sel eosinofil. Pemeriksaan laboratorium mikologi merupaka prosedur diagnosis mikosis paru yang sangat pentin Kualitas pemeriksaan ini ditentukan oleh pemiliha pengumpulan serta cara pengiriman bahan klinik spesime yang baik.

Penanganan spesimen yang tidak memadai dap mengakibatkan ketidaktepatan diagnosis. Spesimen dap diambil dari sputum, bilasan bronkus, kurasa bronkoalveolar BALjaringan biopsi, darah, cairan pleur pus, dll. Spesimen harus diletakkan dalam wadah steril yan tertutup rapat, tanpa bahan pengawet dan dilabel denga baik.

Selanjutnya spesimen dikirim ke laboratorium dala waktu paling lama dua jam setelah prosedur pengambila Bila tidak memungkinkan segera diproses dalam dua jam spesimen dapat disimpan dalam suhu 40C. Sputum sebaiknya diambil pagi hari sebelum maka dilakukan tiga hari berturut-turut.

Pasien harus berkum dengan air bgonkiektasis sebanyak kali, selanjutnya berusah mengeluarkan sputum dengan membatukkannya. Bilasan bronkus atau BA memiliki arti klinik lebih tinggi dibandingkan sputum, teta prosedur pengambilannya lebih sulit. Spesimen terseb brnokiektasis dalam semprit steril tanpa bahan pengawet ata diberi sedikit larutan garam bronkiektasls bila jumlahnya sang bronkiektaxis.

  LANZADERAS BIOQUIMICA PDF

Spesimen yang berasal dari cairan pleura, pu maupun eksudat dapat diambil dengan semprit steril da langsung dikirim tanpa penambahan cairan atau baha pengawet. Jaringan hasil biopsi memiliki arti klinik paling ting karena penemuan jamur dalam jaringan dapat memastika diagnosis mikosis. Spesimen biopsi sebaiknya diambil da tengah dan tepi lesi, selanjutnya diletakkan di antara kas steril yang sedikit dibasahi dengan larutan garam fa sekedar untuk brokniektasis kekeringan.

Jangan diberi baha pengawet karena akan mematikan jamur bronoiektasis jaringa sehingga tidak dapat dilakukan proses pembiakan serta u kepekaan jamur terhadap obat antijamur.

Spesimen dara untuk pemeriksaan serologi sebanyak 2, bronkiektasia diamb dengan semprit steril tanpa bahan pengawet lalu dikiri secepatnya ke laboratorium. Untuk biakan darah saj diperlukan ml darah dan sebaiknya diberi antikoagulan Pengiriman spesimen harus disertai keterangan klin pasien secukupnya dan permintaan yang jelas. Hal itu aka mempermudah staf laboratorium mengarahkan pemeriksaa yang diperlukan dan menghindari kesalahan interpetasi ha pemeriksaan.

lung Инстаграм фото

Pemeriksaa langsung cairan serebrospinal, bilasan bronkus atau BA dengan tinta India sangat bermanfaat dala mendiagnosis kriptokokosis. Induksi sputum dilaporka memiliki kesetaraan yang baik dengan BAL.

Biakan Pemeriksaan biakanmemiliki jamur yang daribervarias berbag spesimen respirasi nilai berasal diagnostik tergantung pada spesies jamur, asal spesimen sert derajat penyakit yang dialami pasien. Hasil pemeriksaan biaka membutuhkan waktu beberapa hari sampai mingg tetapi penting dilakukan untuk identifikasi spesie secara konvensional maupun uji kepekaan jam terhadap obat-obat antijamur. Serologi Uji serologi secara tradisional mendeteksi reaktivitas antibodi digunakan untu pejamu terhada elemen-elemen jamur.

Nilai diagnostiknya sang terbatas, sehingga perlu berhati-hati dalam menentuka interpretasi hasil. Dewasa ini telah dikembangka deteksi antigen yang memiliki nilai diagnostik leb tinggi.

Guideline Mikosis Paru PDPI-Edit1 – PDF Free Download

Uji antigen Histoplasma spp. Diagnosis dini sangat penting untuk memperoleh luara klinis bronkiektaxis. Keterlambatan diagnosis akan mengakibatka keterlambatan penatalaksanaan yang dapat meningkatka mortalitas dan morbiditas. Dalam penegakan diagnos mikosis paru dikenal beberapa istilah yang menentuka derajat diagnostik itu sendiri yaitu: Derajat diagnostik tersebut ditentukan oleh tig kriteria yaitu: Hal itu dapa dilihat pada tabel berikut: Netropenia netrofil 10 hari.

Mengalami dalam imunodefisiensi primer berat misalny penyakit granulomatosa kronik atau imunodefisien berat lainnya. Terdapat infiltrat baru atau gambaran kelainan berik pada CT-scan: Gambaran infiltrat baru yang tidak sesuai dengan kriteria mayor. Terapi profilaksis diberikan kepad pasien dengan faktor pejamu khusus misalnya pasie transplantasi organ, leukemia, keganasan denga leukopenia tanpa demamtetapi tidak ditemukan geja infeksi.

Pembedahan merupakan terapi definitif aspergilom terutama pada kasus aspergiloma tunggal. Evalua pengobatan harus dilakukan untuk melihat respons obat da bronkkiektasis yang ditimbulkan OAJ. Respons terapi OAJ Luaran klinis, respons Kriteri a Sukses Respons komplit Membaik selama periode pengamatan, resolusi bronkiektasi gejala klinis dan kelainan radiologi, serta bukti mikologi eradikasi jamur.

Selama bertahun-tahun, satu-satuny obat antijamur bronkiektasos tersedia adalah amfoterisin-B da golongan azol. Dalam beberapa dekade terakhir bronkiektasls ditemukan obat antijamur baru dengan mekanisme ak lebih baik, spektrum lebih luas, dan efek samping leb sedikit.

Gambar berikut menunjukkan sejarah bronkiekyasis obat antijamur. Amfoterisin-B diperkenalkan bronikektasis tahun a merupakan terapi standar berbagai infeksi jam sistemik sebelum azol berspektrum luas da ekinokandin diperkenalkan.

Selanjutnya diperkenalkan Am-B dalam formulasi la yang memiliki spektrum bonkiektasis luas dan toksisita lebih kecil, yaitu: Untu meminimalkan nefrotoksisitas, dapat dipilih Amformula lipid, serta mengoreksi kelainan elektro misalnya hipokalemia dan hipomagnesemia.

Pada pasien dewasa tanpa neutropenia, AmB diberika sampai 14 hari setelah hasil terakhir kultur dara bronkiektasiz dan terdapat perbaikan klinis. Indikasi dan dosis amfoterisin-B Sediaan Amfoterisin B deoksikolat Fungizone Indikasi Dosis Aspergilosis invasif, blastomikosis, kandidosis, koksidioidomikosis, mukcormikosis, basidiobolus, conidiobolus 0.

  HISTORY OF AURANGZEB JADUNATH SARKAR PDF

Oba itu tersedia dalam bentuk oralyang maupun topikal, da tidak memiliki interaksi obat signifikan karen hampir tidak diserap dalam usus. Efek samping jaran terjadi, tetapi dalam dosis yang besar dapa menimbulkan mual, muntah, diare, dan nyeri perut. Terbinaf yang tersedia di Indonesia adalah dalam bentuk oba topikal yang biasa digunakan untuk mikosis superfisial 3.

Perlu dilakukan pengawasan terhada kemungkinan gangguan fungsi ginjal. Obat i tidak bronkiektassi terjadinya di Indonesia. Golongan azol Selama lebih dari dua dekade, antijamur golongan az telah digunakan dalam praktek klinis. Golongan az diklasifikasikan menjadi dua kelas yang berbeda: Cara kerja obat golongan azol adalah denga mengganggu sintesis ergosterol, suatu kompone penting dalam membran sel jamur. Efek ini terja melalui penghambatan enzim lanosterol 14demetilase yang berperan mengubah lanosterol menja ergosterol, sehingga terjadi gangguan struktur da fungsi normal membran sel.

Obat golongan azol pada umumnya ditoleransi baik ole tubuh. Obat golongan azol tidak boleh pdpii pada perempuan hamil kategori C. Obat golongan az dimetabolisme melalui sistem enzim sitokrom P sekaligus merupakan inhibitor poten sitokrom P yang memungkinkan terjadinya interaksi denga berbagai obat terutama imunosupresan, misalny statin, benzo-diazepin, dll.

Imidazol Klotrimazol dan mikonazol tersedia dalam berbag sediaan obat topikal bronkiekttasis krim, losio, sampo, table vagina, tablet isap, dan solusio yang terutam digunakan untuk terapi kandidosis vagina da mukokutan.

Ketokonazol bron,iektasis antijam golongan azol bentuk oral pertama yang tersedia untu terapi infeksi jamur superfisial maupun sistemik. Penyerapan ketokonazol di salura cerna akan lebih baik bila disertai dengan minuma asam seperti soda berkarbonasi.

Perlu diperhatikan efe samping ketokonazol terhadap hati hepatotoksik sert interaksi signifikan dengan obat-obat lain sehingg penggunaannya sangat dibatasi. Flukonazol aktif terhadap hampir semu Candida spp kecuali C. Flukonazol tersed dalam sediaan oral dosis 50 mg dan mg maupu intravena dosis mg. Efek samping yang dapat ditemuka misalnya gangguan pengihatan sementara fotofobi penglihatan kabur, atau perubahan warna ser halusinasi. Ekskresi vorikonazol tidak terpengaruh pad keadaan gagal ginjal, tetapi sediaan parenter memerlukan dosis penyesuaian pada kasus kerusaka ginjal, dankreatinin tidak boleh diberikan pada pasien denga bersihan CrCl Posakonazol, merupakan antijamur golongan az terbaru, diperkenalkan pada tahun Efek samping yan paling sering ditemukan adalah gangguan saluran cern dan peningkatan kadar enzim hati.

Enzim itu penting dala produksi glukan komponen penting dinding sel jamu yang mengakibatkan ketidakstabilan osmotik sehingg sel jamur tidak dapat mempertahankan bentuknya da berujung pada kematian jamur.

Guideline Mikosis Paru PDPI-Edit1

Glukan tidak ditemuka pada dinding sel mamalia sehingga efek sampin ekinokandin terhadap sel manusia sangat sedikit. Terdapat beberapa kela ekinokandin yaitu: Semua golongan ekinokandin memili keterbatasan bioavailabilitas oral dan hanya tersed dalam sediaan intravena. Kaspofungin disetujui pada tahun untuk tera aspergilosis invasif yang tidak dapat menolerir ata yang tidak membaik dengan pengobatan antijam lainnya.

Secar empiris, obat ini digunakan untuk terapi demam yan tidak diketahui penyebabnya pada pasien neutropeni Kaspofungin secara substansial tidak menggangg sistem enzim CYP, tetapi dapat mengalam metabolisme hepatik signifikan.

Pada pasien denga penyakit hati, diperlukan penyesuaian dosis obat. Mikafungin disetujui pada tahun dan terutam digunakan untuk terapi kandidosis esofagus ser profilaksis pada pasien yang menjalani transplantasi s induk stem cell.

Pada konsentra terapi relevan, mikafungin tidak mengganti pengikata bilirubin terhadap albumin secara kompetitif, sehingg tidak akan menyebabkan kernicterus kerusakan ota akibat penyakit kuning yang berlebihan. Anidulanfungin disetujui FDA pada tahun untu terapi kandidosis esofagus, kandidemia, peritonitis, da abses intra-abdomen akibat Candida spp.